Cibinong – Sukamakmur – Ciawi, Pengalaman Pertama lewat Jalur Puncak 2


Well, sebenarnya ini bukan jalan-jalan yang direncanakan seperti biasanya. Kali ini perjalanan dilakukan untuk kepentingan skripsi, jadi saya memutuskan untuk pergi sendiri saja. Targetnya adalah untuk mencapai Kecamatan Sukamakmur. Setelah melihat  Peta, jarak paling dekat untuk mencapainya adalah lewat Babakanmadang/Sirkuit Sentul, kemudian terus ke arah timur, ke arah Sukamakmur, untuk kemudian bertemu Jalan Raya Pacet – Puncak.

Cibinong_Ciawi

Perjalanan diawali dari rumah ke arah Sirkuit Sentul, kondisi jalannya baik dan halus, begitu memasuki jalan Babakanmadang, jalan becek dan berlubang terlihat menantang untuk dilewati, ditambah cuaca yang hujan rintik-rintik. Herannya, lokasinya berada sangat dekat dengan SICC, sebuah tempat berskala internasional, miris melihatnya.

Perjalanan dilanjutkan ke arah Air Panas Gunung Pancar, mengikuti petunjuk yang tertera dalam plang, setelah itu, saya tidak mampir, karena diburu waktu. kira-kira 5 km setelahnya berbelok sedikit ke kanan untuk mengambil gambar bukit-bukit di kejauhan yang menarik, untuk kemudian kembali ke jalan yang direncanakan.

2014-06-15 12.21.102014-06-15 12.20.53Jalan yang saya lintasi semakin tidak karuan kondisinya, mungkin akibat wilayah yang rawan longsor, sehingga jalan cepat rusak tertimbun longsor atau terkena erosi air hujan. Jalan yang ada kebanyakan sudah tidak beraspal, ataupun jika beraspal diselingi retakan-retakan. Setelah 1 jam melewati jalanan yang rusak, saya menemukan jalan yang lebih rusak lagi :mrgreen2014-06-15 12.36.54

Tulisan "Waspada Bahaya Longsor" saya temukan beberapa kali
Tulisan “Waspada Bahaya Longsor” saya temukan beberapa kali
Jalan Aspal?
Jalan Aspal?
Masjid yang miring, lihat bagian pilar
Masjid yang miring, lihat bagian pilar
Boot dan Celana yang Kotor
Boot dan Celana yang Kotor
2014-06-15 13.10.47
Kecamatan Sukamakmur, Sampai Juga!

Sekitar 1 jam kemudian, akhirnya saya sampai di Kecamatan Sukamakmur, dengan kondisi jalan yang cukup baik pada 3 kilometer terakhir, saya hanya bisa berharap kondisi jalan dari Sukamakmur hingga Jalan Raya Pacet cukup baik, karena lama-lama pegal juga tangan ini🙂

Jalan dari Sukamakmur menuju Pacet, Puncak, cukup banyak petunjuknya. dari pertigaan di dekat kecamatan Sukamakmur, Pacet berjarak 35-40 Km ke arah selatan, seharusnya dalam 1 jam saya bisa sampai ke Puncak. Namun jalan halus ternyata hanya beberapa kilometer saja, selanjutnya kembali ke jalan yang rusak, ya rusak seperti Jalur ke Sukamakmur. Namun, sekarang banyak pemandangan yang dapat dilihat, mulai dari Hutan lebat di Taman Nasional, Curug yang cukup banyak(seingat saya ada dua yang ramai yaitu Curug Cibeet dan Cipamingkis), sampai pemandangan Kebun Teh. Karena banyaknya pemandangan indah, tak heran banyak juga orang-orang yang jalan-jalan kesini, saya sempat bertemu beberapa rombongan turing yang melewati jalan yang sama. Saya beru tahu bahwa jalur yang saya lewati bernama Jalan Puncak 2, melihat papan nama warung yang ada di sekitar curug tadi. Ingin rasanya berhenti dan menikmati suasana disana, tetapi berhubung terburu-buru, saya pun mengurungkan niat tersebut.
Setelah sampai di Jalan Raya Pacet, cukup lancar hingga pertigaan Cipanas/Kota Bunga. Jalan Raya Puncak macet karena diberlakukan satu arah. Macet menemani saya sampai Megamendung, membuat saya harus lebih berhati-hati, karena selain itu disertai hujan deras dan kabut yang mengurangi jarak pandang. Selepas Megamendung jalan cukup lancar, hingga saya aman sampai di rumah😀

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s